Bandung, 20-22 September 2009

Touring motor paling jauh selama ini dengan satria fu bersama komunitas Shepherd. Dari puluhan anggota yang terdaftar hanya sebagian kecil yang bisa ikut; 5 motor ditambah 1 motor lagi dari komunitas RLC. Walau cuma 6 motor, namun tidak membuat patah semangat anggota yang hadir.

Kumpul di GKI Layur jam 10 malam WGL (Waktu GKI Layur). Akhirnya pukul 11:30 semua anggota siap berangkat. Rencana berangkat lewat Puncak – Cianjur – Bandung dan pulang lewat Ciater – Wanayasa – Purwakarta – Cikampek – Jakarta. Km ada di angka 15366,9 waktu berangkat.

Melewati jalur alternatif (Tapos) mulai dari Ciawi tembus di daerah Cisarua. Jalur yang sangat asik dilalui. Sampai pom bensin dekat kota bunga jarak yg ditempuh adalah 95.8km menghabiskan 2,72 liter Shell Super dengan rasio 1:35. Memasuki kabupaten cianjur sempat berhenti sejenak di sebuah warung bubur. Makan dulu doong…🙂

30 menit kemudian perjalanan dilanjutkan di tengah dinginnya malam. Namun jalur inilah yang paling berbahaya karena banyak jalan lurus sehingga rawan ngantuk. Abis makan bubur pula. Benar saja, salah satu anggota sempat merasakan indahnya “alam lain” walau cuma 10 menit tidur di pinggir jalan kota Cianjur. Jalanan panjang dan menurun membuat rasio bensin naik sangat tajam. Terbukti ketika isi bensin di Lembang tercatat 2,31 liter untuk 111,6km dengan rasio 1:48.
Kira2 pukul 5:30 pagi kami mulai memasuki Bandung. Setelah muter nanya alamat sampai juga di jl. Sempurna II tempat kami menginap. Di sana kami disambut oleh Opungnya Ruby yang telah menyediakan tempat untuk kami selama di Bandung. Makasih ya Pung… Setelah perkenalan akhirnya semuanya segera menuju kasur, ngantuk berat. Saya sendiri baru bangun jam 11. Lumayanlah 4jam, 3jam tidur ayam – 1jam pules.

Acara selanjutnya? Ga jelas, tapi yang pasti adalah makan siang dan yang terbayang di otak adalah BATAGOR! Naik motor keliling kota Bandung dan akhirnya berhenti di Gasibu depan Gedung Sate. Kok gak ada Batagor ya? Ujung-ujungnya nasgor juga sambil ngebayangin batagor. Abis itu keliling lagi sampai akhirnya berhenti di depan Gedung Merdeka. Disinilah waktu habis karena bingung mau kemana? Ciwidey atau Lembang? Dari sekian banyak tempat di Bandung koq bisa-bisanya kehabisan ide!? Akhirnya pemenangnya adalah Tangkuban Perahuuu..

Eh ketemu juga tukang Batagor walaupun pake gerobak dorong.. Gila, macetnya parah banget – berangkat macet pulang juga macet. Ga beda jauh sama jalan Gunung Sahari di Jakarta jam pulang kantor. Sayang salah satu teman kami harus balik ke Jakarta karena opungnya sakit. Update terakhir hari Rabu 23 September 2009 dapet kabar kalo opungnya Gustav meninggal. Turut berduka sob, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan. Amin..

Malam hari abis makan rendang bikinan opung iseng2 jalan kaki ke Ciwalk karena lokasi yang dekat dengan rumah. Setelah cape muter2 liat baju, ujung-ujungnya malah beli martabak. Sampai rumah segera istirahat karena besoknya pulang pagi.

Setelah berpamitan dengan opung kami berangkat dari Bandung jam 9 tepat. Isi bensin full di Lembang, km jatuh di angka 15621,7. Mulai masuk Ciater hangatnya sinar matahari pun mulai terasa namun tak mampu mengalahkan suhu udara yang dingin dan keinginan untuk foto2, jalanan pun mulai ramai kendaraan bermotor. Perjalanan dilanjutkan hingga Wanayasa dan kembali menepi untuk foto2. Kondisi jalan yang beragam dapat dijumpai pada jalur ini, ada yang mulus ada yang sedikit rusak dan bergelombang. Memasuki Purwakarta jalanan mulus abis dan sempat berhenti makan siang di kota ini.


Di Cikampek isi bensin lagi untuk terakhir kalinya di angka 15703,6. Masuk jalur Cikampek – Karawang kondisi jalanan benar-benar mantab. Trek lurus dan panjang dengan pemandangan sawah di kedua sisi, sayang angin berhembus cukup kuat dari sisi kanan sehingga mengurungkan niat mencapai top speed. Cukup kencang sehingga kedua tangan ikut memegang stang dengan kuat pula. Padahal baru jalan 70 kpj tapi serasa diatas 100 kpj.

Sampai di GKI Layur jam 4 sore dengan selamat. Km ada di angka 15781,9. Satria ku telah menempuh perjalanan 170km Bandung – Jakarta. Total keseluruhan jarak yang ditempuh adalah 415km. Aneh? Pulangnya badan dan tangan tak terasa capek beda seperti waktu berangkat, pas masuk kota Bandung pergelangan tangan sudah berasa pegal2.

Last but not least, walau ini adalah sebuah pengalaman yang luar biasa bisa berkumpul dan beraktifitas bersama teman-teman melakukan touring motor ke bandung; tetap masih banyak kekurangan baik dari awal hingga akhir.
Hal-hal yang masih terjadi dalam komunitas Shepherd:
1. Kurangnya kesadaran untuk berkumpul untuk membahas segala sesuatunya.
2. Kurangnya solidaritas selama di jalan, lebih mementingkan diri sendiri sehingga seringkali jarak yang satu dengan yang lainnya tertinggal cukup jauh. Faktor Leader dan Sweeper tidak maksimal.
3. Setiap arah pulang, mentang-mentang udah sampai Jakarta semua berjalan sendiri-sendiri dengan jalur hapalannya masing-masing. Tanya kenapa?
Semoga kedepannya hal-hal seperti ini tidak terjadi dan bisa lebih kompak lagi..
Even so…, it has been a difficult moments but a wonderful ride though…

2 thoughts on “Bandung, 20-22 September 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s