Puncak (Solo Run), 24 Januari 2009


Hari-hari dimana banyak masalah. Satu belum kelar dateng lagi yang lain. Ga ada angin ga ada ujan.. eh, tiba2 kepikiran siang gini jalan ke puncak sendirian kayanya seru. Sori bukan lari dari masalah tapi sekedar melepas suntuk. Berangkat dari rumah pukul 11:30 segera menuju pom bensin Shell di jalan Pramuka.
Melewati mesjid di puncak sekitar jam 2an tapi terus tancap gas sampai puncak pas lewat dikit sebelum akhirnya muter balik sambil survey tempat yang viewnya asik.. Akhirnya dapet juga, kira2 1km dari Rindu Alam arah pulang. Rencana mau nyantai 1 jam pun batal lantaran kabut yang makin tebal. Alhasil walau baru istirahat 30 menit musti siap2 cabut.

Semakin turun ke bawah cuaca semakin memburuk. Kabut pun mulai turun. Tampak dari arah Bogor awan gelap. Benar saja, masuk Cisarua – Ciawi mulai gerimis dan mencapai puncaknya di jalan Tajur. Dahsyat, ujan angin! Mau ga mau minggir sebentar deh. Sambil ngeliatin motor2 lain yang ikutan minggir tiba2 inget ada kawinan teman jam 7 malem. Akhirnya tanpa mikir panjang jaket kulit berubah jadi jas ujan – siap tempur. Begitu derasnya sehingga jarak pandang hanya 10-15 meter dengan kecepatan 30-40kpj. Setelah pertigaan Tole Iskandar gak lama hujan pun reda. Perjalanan yang panjang diguyur ujan angin sekaligus menepis anggapan Satria FU sering mogok jalan dalam kondisi hujan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s