Jakarta

Apa yang terbayang di benak kita dengan kata Jakarta? Mungkin yang paling cepat terpikir adalah kata sumpek dan macet. Kalo ga macet ya bukan Jakarta namanya. Ya, Jakarta setiap hari semakin padat dan semrawut oleh kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat. Berangkat kantor macet pulang kantor pun macet. Pagi siang sore malam, ibarat sungai yang mengalir dan tersumbat sehingga air di dalamnya penuh – berusaha mencari jalan keluar – jalan alternatif (jalan tikus) pun ikut terkena dampaknya.

Kota dimana saking padatnya, semua orang saling berpacu melawan waktu. Dalam hal ini motor adalah solusi yang tepat untuk membelah kemacetan. Sayangnya disiplin sebagian besar dari pengendara motor masih banyak yang rendah sehingga kode etik di jalan pun kerap diabaikan tanpa ada tindakan tegas/sanksi. Padahal pengendara motor beresiko lebih besar daripada mobil kalo kecelakaan. Slogan-slogan seperti “Berhenti di belakang garis putih”, “Motor dilarang melawan arus” harusnya lebih digalakkan lagi beserta infra strukturnya. Ada garisnya aja masih bisa dilanggar apalagi ga ada garis. Tertib hanya kalo ada yang jaga aja sih – itu pun sepanjang pemantauan saya hanya di jalan protokol seperti di jalan Thamrin – Sudirman. Diluar itu? Seperti di perempatan Pramuka, perempatan Kelapa Gading, sepanjang jl gunung sahari dan masih banyak lagi; walau dijaga polisi tetap saja banyak motor-motor yang berhenti di depan garis putih tapi kok ya ga ada tindakan dari aparat polisi? Mbok ya dicabut kuncinya satu-satu terus disuruh ambil di Daan Mogot biar kapok. Atau yang paling bikin hancur harga diri ya disuruh push up 100 kali..🙂

Saya sendiri sebagai bikers ikut prihatin atas situasi dan kondisi kota Jakarta sekarang ini.
Berbeda dengan 13 tahun yang lalu, sekarang ini butuh tingkat kesabaran yang ekstra tinggi berkendara di Jakarta dalam menghadapi pengendara2 bermental “tempe” ini walau kadang2 suka ikutan esmosi.. hehe…

Kasus seperti ini sering kali saya alami bahkan hampir setiap hari. Misal di perempatan lampu merah posisi paling depan, lampu masih merah sejuta klakson sudah terdengar merdu di belakang. Kebhelet kali ya?? Hmm…orang-orang aneh! Mau motor butut sampe bagus, punya SIM – atau tidak, berpendidikan SD sampe S1, kaya dan miskin, anak muda sampe engkong2, kelakuannya semua sama aja – ga tau aturan. Nyawa seperti sudah tidak ada artinya, sampe nekat nerobos lamu merah; ntar kalo ketabrak yang disalahin yang nabrak deh – hebat ya?

hanya terjadi 1 taun sekali...

Menurut sebuah artikel di kompas Jakarta akan mengalami kemacetan total tahun 2014. Kita doakan saja semoga pemerintah bisa segera mencari solusi yang tepat untuk mengatasi kemacetan yang sudah kronis ini sehingga Jakarta boleh menjadi kota yang tertib, bebas macet dan bebas polusi..

Sementara itu, berhati-hatilah di jalan. Tetap berpikiran tenang dan jernih sehingga tidak mudah terprovokasi hal2 yang bisa merugikan diri sendiri. Ingat! Perilaku yang baik akan menjadi kebiasaan yang baik, kebiasaan yang baik akan menjadi karakter yang baik dan kelak akan membawa ke nasib yang baik pula. (Stephen Covey)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s